April 15, 2024

Para arkeolog telah membuat penemuan besar di Lembah Para Raja Mesir, mengungkap reruntuhan kota kuno yang diyakini telah dibangun lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Penemuan ini dielu-elukan sebagai salah satu penemuan arkeologi terpenting dalam beberapa dasawarsa, memberi pencerahan baru tentang kehidupan firaun dan rakyatnya.

Sebelum melanjutkan membaca ada juga loh game online yang dapat melipatgandakan uang anda hanya di aladdin slot tempat judi online dan slot-slot online terpercaya. Ayo daftarkan diri anda sekarang juga dan mainnkan untuk mendapatkan keuntungan serta promo-promonya yang banyak sekali. Jangan lewatkan kesemapatan anda!!!

slot gacor

Kota yang diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Amenhotep III ini ditemukan oleh tim arkeolog yang dipimpin Dr Zahi Hawass. Kota ini diyakini telah digunakan oleh para pekerja yang membangun makam firaun di dekatnya, termasuk Raja Tutankhamun.

Menurut Dr. Hawass, penemuan tersebut adalah “kota kuno terbesar yang pernah ditemukan di Mesir”. Kota ini tersebar di area seluas lebih dari 1,5 mil persegi, dan berisi bangunan, jalan, dan struktur lain yang telah terpelihara dengan sangat baik.

Di antara bangunan yang telah ditemukan adalah toko roti, toko daging, bengkel tembikar, dan istana yang diduga pernah digunakan oleh Raja Amenhotep III. Kota ini juga berisi jaringan makam dan situs pemakaman, beberapa di antaranya diyakini berisi sisa-sisa firaun dan keluarga mereka.

Penemuan kota dipuji sebagai terobosan besar bagi Egyptology, memberikan wawasan baru ke dalam kehidupan sehari-hari para firaun dan rakyatnya. Hal ini juga diharapkan dapat mendongkrak pariwisata ke daerah yang terpukul parah akibat pandemi Covid-19.

Kota ini diyakini telah ditinggalkan dan dilupakan selama berabad-abad, terkubur di bawah pasir dan puing-puing. Penemuannya dimungkinkan dengan penggunaan radar penembus tanah dan teknologi canggih lainnya, yang memungkinkan para arkeolog memetakan tata letak kota dan menemukan strukturnya yang terkubur.

Menurut Dr. Hawass, penemuan kota itu hanyalah awal dari apa yang menjanjikan masa eksplorasi arkeologis yang panjang dan bermanfaat di Lembah Para Raja dan bagian lain Mesir. “Ini adalah penemuan yang sangat penting,” katanya. “Tapi ini baru permulaan. Masih banyak yang harus kita ungkap.”

Penemuan kota kuno tersebut hanyalah yang terbaru dari serangkaian penemuan arkeologi besar di Mesir dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2018, para arkeolog menemukan kompleks makam besar di dekat kota Luxor, berisi sisa-sisa lebih dari 50 firaun dan ratu mereka. Dan pada tahun 2020, para peneliti mengumumkan penemuan kompleks piramida yang sebelumnya tidak diketahui di dekat kota kuno Saqqara.

Penemuan kota kuno itu juga dipuji sebagai pengingat akan pentingnya melestarikan warisan budaya Mesir yang kaya. Negara ini adalah rumah bagi beberapa situs arkeologi paling penting di dunia, tetapi banyak dari situs tersebut telah rusak akibat penjarahan, pembangunan, dan pengabaian.

Menurut Dr. Mostafa Waziri, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala, penemuan kota kuno tersebut merupakan pengingat akan perlunya melindungi dan melestarikan warisan Mesir untuk generasi mendatang. “Penemuan ini menulis ulang sejarah Mesir kuno,” katanya. “Tapi itu juga mengingatkan kita akan tanggung jawab kita untuk melindungi dan melestarikan warisan kita untuk masa depan.”

Penemuan kota kuno itu juga diharapkan berdampak besar pada studi Egyptology, memberikan wawasan baru tentang kehidupan para firaun dan rakyatnya. Penemuan ini diharapkan akan membantu para peneliti untuk lebih memahami dinamika politik, sosial, dan ekonomi Mesir kuno, dan memberikan pencerahan baru tentang kekayaan warisan budaya negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *